Asalamu'alaikum sahabat blogger
Coretan Pemuda Kampung selamat pagi selamat beraktivitas,dan apa kabarnya..?
Semoga selalu senantiasa di beri kesehatan lahiriah dan batinnya Aamiin.
Maaf agak sedikit terlambat untuk pembuatan artikel terusan
Tentang kerinduan Yang Kedua buat agan agan yang baru berkunjung kemari silahkan baca artikel pertama
Tentang Kerinduan Supaya tidak bingung ketika membaca artikel ini,sebenarnya masih panjang mungkin tidak cukup untuk ku goreskan kata kata,betapa aku sangat mendambakan ke muliaan se orang rasul Muhammad rasulullah.
Namun artikel kali ini beda dengan artikel sebelumnya yang saya beri judul
Shalawat saja yang mungkin ini yang dapat saya tuliskan di blog ini.
Aku masih sangat ingat,wahai rasulullah.
Ketika kecil orang tua ku mengajariku berbagai shalawat mereka mengajariku shalawat munjiat,shalawat kamilah dan lainnya dengan sangat bersemangat,biasanya ayah mengajariku sehabis selesai shalat isya,atau ibu ku sambil bercerita banyak hal dan biasanya ayahku naik kekakinya yang ia sandarkan pada dinding kamar,ketika aku sudah berada di atas kakinya,matanya berbinar binar bahagia memandangku,bila tidak aku akan tetap berada di atas kakinya,tak di turunkan sampai aku benar benar berhasil menghafalkannya,aku juga dapat hadiah.
Maka,aku selalu berusaha menghafalnya dengan benar,aku selalu berusaha menghafalnya dengan benar,aku selalu membacanya sefasih mungkin.
Tetapi,sebenarnya meski aku tak berhasil menghafalnya dan membacanya dengan benar,ternyata ayah tetap menurunkan ku lalu ia akan berkata "
Besok kamu harus lancar yah" lalu ayah tersenyum. Dan aku mengangguk
Begitu setiap harinya,ayah ku selalu menagih dan menagih lalu setelah aku menghafal satu shalawat,ia akan mengajari ku shalawat lainnya,kadang kadang ia memintaku menghafal doa-doa atau surat surat pendek dari al'quran.
Sampai tiba waktunya aku harus berpisah dengannya,terima kasih untuk ibu dan bapak ku yang setlah mengajari ku banyak hal,maafkan anak mu ini yang sudah sering sekali membuat mu kecewa,dan aku bangga menjadi mempunyai orang tua seperti kalian,hanya doa-doa yang mampu aku berikan untuk kalian semoga di beri kebahagiaan dan kemuliaan hidup hingga matimu.
Maka,wahai rasul di antara teman teman ku yang lain,aku adalah anak yang paling lancar membaca shalawat dan yang paling fasih di antara mereka.
Betapa bangganya aku ketika itu,betapa sombongnya aku ketika itu,sehingga aku begitu rakus ketika mendapat giliran terbanyak setiap kali kami membacakan shalawat sebelum adzan magrib di kumandangkan.
Dan teman temanku selalu mengalah karena mereka tau mereka tak terlalu lancar dan fasih soal itu.
Hingga suatu hari ayah memarahiku katanya "Setiap orang berhak memuji rasulullah ,setiap orang berhak bershalawat atasnya,setiap orang berhak mencintai rasulullah" ayah tak pernah semarah itu sebelumnya.
Lalu aku menangis ketika di marahi ayah,jujur saja aku menangis bukan karena merasa dan menyadari bahwa ternyata begitu sombongnya aku menutup pintu bagi orang lain untuk memujimu,untuk bershalawat atasmu,untuk belajar mencintai mu.
Tapi karena ayah memarahiku karena aku tak lagi di izinkannya untuk bergabung melingkar bershalawat di malam itu.
Aku menangis keras sekali lalu ayah tersenyum kepadaku dan berkata "Marilah ayah kenalkan kau pada rasulullah Saw,dan kenapa ayah mengajarimu untuk bershalawat,tak usah menangis nak,ayah hanya tak suka kau terlalu sombong dengan apa yang kau bisa,ayah tak pernah melarangmu untuk bershalawat,kau tentu tau siapa muhammad SAW,nak?
Ayah sering menceritakan kisah dan keteladanannya padamu buka?"
Aku mengangguk setuju sambil mengusap air mataku "ia adalah orang paling baik di dunia orang yang paling di cintai allah,nabi kita"
"Tahukah nak,ia adalah orang yang di ampuni dosa-dosanya yang sebelum dan sesudahnya,ia adalah orang yang paling terjaga kesuciannya,ia adalah nabi dan rasul kekasih allah nabi yang ma'sun"
"Rasulullah pasti masuk surga kan yah" tanya ku..
Ayah tersenyum "dia adalah orang yang pertama kali di izinkan oleh allah masuk surga"
"Aku juga mau masuk surga yah" potong ku.
Ayah mengangguk dan ia tersenyum "ya karena itulah kau harus mencintai rasulullah,biar kau juga ikut di belakangnya masuk surga,bershalawatlah slalu atasnya,karena shalawat adalah tanda cinta mu padanya"
"Shalawat seperti yang selalu ayah ajarkan selepas isya kan..?"
"Ya,shalawat itu berisi doa,anaku. Doa yang berisi permohonan kita agar allah slalu mengampuni rasulullah dan memberinya keselamatan,rahmat,dan berkah"
Lalu aku bertanya
"Kenapa rasulullah minta di doakan..?
Kenapa kita memohon agar allah mengampuni dosanya..?
Kenapa kita harus meminta allah untuknya..?
Bukan kah dia adalah kekasih allah yang sangat di cintai..?
Bukan kah dia nabi yang selalu terjaga kesuciannya..?
Kenapa kita harus mendoakannya..?"
Ayah tersenyum :)
Dan aku masih heran.
"Shalawat memang berisi doa untuk rasulullah anaku,tetapi doa itu untuk kita sendiri"
"Kenapa ko bisa yah..?"
"Suatu saat kelak di padang mahsyar,ketika hari pembalasan telah tiba,manusia akan di kumpulkan,di sanalah mereka akan di tanyai oleh allah amal dan perbuatan mereka selama di dunia,maka amalan baik dan buruknya akan di timbang,siapa yang lebih besar amal baiknya,ia berhak mendapat nikmat di surga,sementara mereka yang amal buruknya lebih besar akan di ganjar masuk neraka"
Aku mengangguk dengan wajah ketakutan,takut sekali aku mendengarnya.
"Dan di sana ketika itu rasulullah akan memberikan syafaat kepada ummatnya yang beriman,yang mencintai allah dan rasulnya,yang senantiasa berpegang teguh melaksanakan ajaran allah dan rasulnya"
Lalu aku bertanya "Syafaat itu apa..?"
"Semacam pertolongan,syafaat adalah ulurab tangan rasulullah kepada ummatnya agar mereka mendapat pengampunan,di ringankan timbangan kesalahannya di loloskan hisabnya,ubtuk ber sama-sama menyju surga bersama rasulullah."
"Aku ingin mendapat syafaat yh"
"Kau bisa mendapat syafaat,bershalawatlah dan cintai rasulullah"
Dan aku bertanya lagi
"Ayah belum menjawab pertanyaanku,mengapa kita harus bershalawat? Dan mengapa sebenarnya shalawat adalah doa untuk kita sendiri?"
Ayah mwnjelaskannya
"Orang-orang yang selalu melantunkan shalawat adalah orang-orang yang mencintai rasulullah,orang-orang yang mencintai rasullulah akan mencintai allah,dan orang-orang yang mencintai allah dan rasulnya kelak yang akan mendapat syafaat agar dosa-dosanya di ampuni dan ikut di belakang rasulullah memasuki pintu sorga"
Aku masih menatap ayah dengan tatapan bertanya karena belum sepenuhnya mengerti.
"Shalawat itu akan menjadi sinyal atau suatu tanda yang akan meberi tau rasulullah bahwa kita mencintainya,ketika kita bershalawat,kita se olah-olah memberi tau rasulullah bahwa kita mendoakannya dan kita sangat mencintainya,maka kalau rasullulah melihat sinyal itu,ia akan berbalas mendoakan kita dan kelak ia akan memberikan syafaat kepada kita"
Dan aku mengangguk mencoba memahaminya.
Semenjak percakapan dengan ayah ku waktu itu,aku semakin bersemangat untuk bershalawat kepada rasulullah setiap hari sebelum adzan berkumandang,kali ini semangat ku tidak hanya mendapat giliran memgang microphone dan mempersembahkan shalawat terfasih dari ujung TOA di mushola saja,tetapi semangat belajar untuk mencintai rasulullah.
Mungkin di luaran sana banyak yang mengerti tentang bershalawat namun masih banyak juga teman-teman muslim lainnya yang melupakan,di sini saya sebagai se orang muslim wajib hukumnya untuk saling mengingatkan walau hanya sekedar postingan semoga bermanfaat untuk kita semuanya.
Semoga dari ketiga artikel ini dapat di ambil manfaatnya mohon maaf apabila masih terdapat kata-kata yang kurang di mengerti.
Selesai.