Jumat, 20 Januari 2017

Banyak Cara Menuju Kesuksesan

Selamat malam teman teman pengunjung blog Coretan Pemuda Kampung.. Semoga selalu di beri kesehatan lahir dan batinnya dan di lancarkan segala usahanya..
Baik lah kali ini admin mencoba membahas Banyak Cara Menuju kesuksesan beda dengan pembahasan sebelum sebelumnya yaitu tentang ber Shalawat , artikel yang akan saya bahas kali ini sebenarnya ter inspirasi dari teman saya yang sering memotivasi saya hingga saya seperti sekarang.
                              Banyak Cara Menuju Kesuksesan

Rabu, 18 Januari 2017

Shalawat

Asalamu'alaikum sahabat blogger Coretan Pemuda Kampung  selamat pagi selamat beraktivitas,dan apa kabarnya..?
Semoga selalu senantiasa di beri kesehatan lahiriah dan batinnya Aamiin.
Maaf agak sedikit terlambat untuk pembuatan artikel terusan Tentang kerinduan Yang Kedua  buat agan agan yang baru berkunjung kemari silahkan baca artikel pertama Tentang Kerinduan  Supaya tidak bingung ketika membaca artikel ini,sebenarnya masih panjang mungkin tidak cukup untuk ku goreskan kata kata,betapa aku sangat mendambakan ke muliaan se orang rasul Muhammad rasulullah.
Namun artikel kali ini beda dengan artikel sebelumnya yang saya beri judul Shalawat saja yang mungkin ini yang dapat saya tuliskan di blog ini.
Aku masih sangat ingat,wahai rasulullah.
Ketika kecil orang tua ku mengajariku berbagai shalawat mereka mengajariku shalawat munjiat,shalawat kamilah dan lainnya dengan sangat bersemangat,biasanya ayah mengajariku sehabis selesai shalat isya,atau ibu ku sambil bercerita banyak hal dan biasanya ayahku naik kekakinya yang ia sandarkan pada dinding kamar,ketika aku sudah berada di atas kakinya,matanya berbinar binar  bahagia memandangku,bila tidak aku akan tetap berada di atas kakinya,tak di turunkan sampai aku benar benar berhasil menghafalkannya,aku juga dapat hadiah.
Maka,aku selalu berusaha menghafalnya dengan benar,aku selalu berusaha menghafalnya dengan benar,aku selalu membacanya sefasih mungkin.
Tetapi,sebenarnya meski aku tak berhasil menghafalnya dan membacanya dengan benar,ternyata ayah tetap menurunkan ku lalu ia akan berkata "Besok kamu harus lancar yah" lalu ayah tersenyum. Dan aku mengangguk
Begitu setiap harinya,ayah ku selalu menagih dan menagih lalu setelah aku menghafal satu shalawat,ia akan mengajari ku shalawat lainnya,kadang kadang ia memintaku menghafal doa-doa atau surat surat pendek dari al'quran.
Sampai tiba waktunya aku harus berpisah dengannya,terima kasih untuk ibu dan bapak ku yang setlah mengajari ku banyak hal,maafkan anak mu ini yang sudah sering sekali membuat mu kecewa,dan aku bangga menjadi mempunyai orang tua seperti kalian,hanya doa-doa yang mampu aku berikan untuk kalian semoga di beri kebahagiaan dan kemuliaan hidup hingga matimu.
Maka,wahai rasul di antara teman teman ku yang lain,aku adalah anak yang paling lancar membaca shalawat dan yang paling fasih di antara mereka.
Betapa bangganya aku ketika itu,betapa sombongnya aku ketika itu,sehingga aku begitu rakus ketika mendapat giliran terbanyak setiap kali kami membacakan shalawat sebelum adzan magrib di kumandangkan.
Dan teman temanku selalu mengalah karena mereka tau mereka tak terlalu lancar dan fasih soal itu.
Hingga suatu hari ayah memarahiku katanya "Setiap orang berhak memuji rasulullah ,setiap orang berhak bershalawat atasnya,setiap orang berhak mencintai rasulullah" ayah tak pernah semarah itu sebelumnya.
Lalu aku menangis ketika di marahi ayah,jujur saja aku menangis bukan karena merasa dan menyadari bahwa ternyata begitu sombongnya aku menutup pintu bagi orang lain untuk memujimu,untuk bershalawat atasmu,untuk belajar mencintai mu.
Tapi karena ayah memarahiku karena aku tak lagi di izinkannya untuk bergabung melingkar bershalawat di malam itu.
Aku menangis keras sekali lalu ayah tersenyum kepadaku dan berkata "Marilah ayah kenalkan kau pada rasulullah Saw,dan kenapa ayah mengajarimu untuk bershalawat,tak usah menangis nak,ayah hanya tak suka kau terlalu sombong dengan apa yang kau bisa,ayah tak pernah melarangmu untuk bershalawat,kau tentu tau siapa muhammad SAW,nak?
Ayah sering menceritakan kisah dan keteladanannya padamu buka?"
Aku mengangguk setuju sambil mengusap air mataku "ia adalah orang paling baik di dunia orang yang paling di cintai allah,nabi kita"
"Tahukah nak,ia adalah orang yang di ampuni dosa-dosanya yang sebelum dan sesudahnya,ia adalah orang yang paling terjaga kesuciannya,ia adalah nabi dan rasul kekasih allah nabi yang ma'sun"
"Rasulullah pasti masuk surga kan yah" tanya ku..
Ayah tersenyum "dia adalah orang yang pertama kali di izinkan oleh allah masuk surga"
"Aku juga mau masuk surga yah" potong ku.
Ayah mengangguk dan ia tersenyum "ya karena itulah kau harus mencintai rasulullah,biar kau juga ikut di belakangnya masuk surga,bershalawatlah slalu atasnya,karena shalawat adalah tanda cinta mu padanya"
"Shalawat seperti yang selalu ayah ajarkan selepas isya kan..?"
"Ya,shalawat itu berisi doa,anaku. Doa yang berisi permohonan kita agar allah slalu mengampuni rasulullah dan memberinya keselamatan,rahmat,dan berkah"
Lalu aku bertanya
"Kenapa rasulullah minta di doakan..?
Kenapa kita memohon agar allah mengampuni dosanya..?
Kenapa kita harus meminta allah untuknya..?
Bukan kah dia adalah kekasih allah yang sangat di cintai..?
Bukan kah dia nabi yang selalu terjaga kesuciannya..?
Kenapa kita harus mendoakannya..?"
Ayah tersenyum :)
Dan aku masih heran.
"Shalawat memang berisi doa untuk rasulullah anaku,tetapi doa itu untuk kita sendiri"
"Kenapa ko bisa yah..?"
"Suatu saat kelak di padang mahsyar,ketika hari pembalasan telah tiba,manusia akan di kumpulkan,di sanalah mereka akan di tanyai oleh allah amal dan perbuatan mereka selama di dunia,maka amalan baik dan buruknya akan di timbang,siapa yang lebih besar amal baiknya,ia berhak mendapat nikmat di surga,sementara mereka yang amal buruknya lebih besar akan di ganjar masuk neraka"
Aku mengangguk dengan wajah ketakutan,takut sekali aku mendengarnya.
"Dan di sana ketika itu rasulullah akan memberikan syafaat kepada ummatnya yang beriman,yang mencintai allah dan rasulnya,yang senantiasa berpegang teguh melaksanakan ajaran allah dan rasulnya"
Lalu aku bertanya "Syafaat itu apa..?"
"Semacam pertolongan,syafaat adalah ulurab tangan rasulullah kepada ummatnya agar mereka mendapat pengampunan,di ringankan timbangan kesalahannya di loloskan hisabnya,ubtuk ber sama-sama menyju surga bersama rasulullah."
"Aku ingin mendapat syafaat yh"
"Kau bisa mendapat syafaat,bershalawatlah dan cintai rasulullah"
Dan aku bertanya lagi
"Ayah belum menjawab pertanyaanku,mengapa kita harus bershalawat? Dan mengapa sebenarnya shalawat adalah doa untuk kita sendiri?"
Ayah mwnjelaskannya
"Orang-orang yang selalu melantunkan shalawat adalah orang-orang yang mencintai rasulullah,orang-orang yang mencintai rasullulah akan mencintai allah,dan orang-orang yang mencintai allah dan rasulnya kelak yang akan mendapat syafaat agar dosa-dosanya di ampuni dan ikut di belakang rasulullah memasuki pintu sorga"
Aku masih menatap ayah dengan tatapan bertanya karena belum sepenuhnya mengerti.
"Shalawat itu akan menjadi sinyal atau suatu tanda yang akan meberi tau rasulullah bahwa kita mencintainya,ketika kita bershalawat,kita se olah-olah memberi tau rasulullah bahwa kita mendoakannya dan kita sangat mencintainya,maka kalau rasullulah melihat sinyal itu,ia akan berbalas mendoakan kita dan kelak ia akan memberikan syafaat kepada kita"
Dan aku mengangguk mencoba memahaminya.
Semenjak percakapan dengan ayah ku waktu itu,aku semakin bersemangat untuk bershalawat kepada rasulullah setiap hari sebelum adzan berkumandang,kali ini semangat ku tidak hanya mendapat giliran memgang microphone dan mempersembahkan shalawat terfasih dari ujung TOA  di mushola saja,tetapi semangat belajar untuk mencintai rasulullah.
Mungkin di luaran sana banyak yang mengerti tentang bershalawat namun masih banyak juga teman-teman muslim lainnya yang melupakan,di sini saya sebagai se orang muslim wajib hukumnya untuk saling mengingatkan walau hanya sekedar postingan semoga bermanfaat untuk kita semuanya.
Semoga dari ketiga artikel ini dapat di ambil manfaatnya mohon maaf apabila masih terdapat kata-kata yang kurang di mengerti.
          Selesai.

Senin, 16 Januari 2017

Tentang Kerinduan Kedua

Ya rasulullah,tersebab Rindu itu izinkanlah aku melantunkan shalawat untukmu Allahuma salli salatan kalimataw wa salim salaman tamman ala sayyidina muhammadinilazi tanhalu bihil uqadu watanfariju bil qurabu wal tukda bihil hawa'iju wa tunaru bihirraghaibu wa husnuk khawatimi wayustasqal ghamamu bi wajhihi alkarim,wa ala alihi wa sahbihi fi kulli lam hatin wa nafasim bi adadi kulli ma'lumi laka.
Ya rasulullah,mungkin lidahku adalah lidah terkaku dan terkelu dalam melantunkan shalawat bagimu,tapi izinkanlah aku melantunkannya untukmu,dan aku benar - benar merindukanmu.

"Ya allah limpahkan lah rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami muhammad salawlahu alaihi wasalam yang menjadi sebab terlepasnya ikatan dan hilangnya kesusahan/kesempitan,di datanhkannya berbagai hajat,tercapainya segala ke inginan,dan baiknya penutup kehidupan serta hujan dan awan,dengan ke agungan dan kemuliaan,nabi beserta keluarganya dan sahabatnya,dalam setiap kedipan mata,embusan nafas sebanyak bilangan yang engkau ketahui"

Ya muhammad habiballah,wahai muhammad kekasih allah..
Terlalu banyak hal yang ingin kukatakan pada mu walau lewat artikel blog ini.
Meski sebenarnya terlalu sulit untuk mengurainya satu persatu.namun,sebelum ku ceritakan semuanya,izinkan lah aku menceritakan kesedihan dan kemarahanku yang mengental jadi satu,menyelusup ke setiap rongga dan kapiler rasa di tubuh ku,menyentak lenggang tenang kesadaranku,dan berahir pada sesak yang menimba sumur air mataku.
Muhammad..
Kesedihan dan kemarahan itu semua tentang mu ya rasul.
Kesedihan dan kemarahan yang ahirnya beranak pinak menjadi kata-kata yang ku tuliskan dalam artikel blog ini,untukmu.

Aku sedih wahai rasulullah,menyaksikan orang-orang yang meng olok-olokmu dengan menggambar karikaturmu di media sosial,di halaman halaman web,di mana mana dengan wajah yang tak pantas dan begitu mengejekmu.
Mereka begitu berani,pikir ku pada mulanya dengan perasaan yang sangat marah.
Tetapi perasaan itu akhirnya tergantikan oleh kesedihan luar biasa,ya rasul..
Kesedihan karena wajahmu yang agung dan surgawi itu telah di olok olok begitu rupa menjadi sangat menyeramkan dan tak pantas.
Kesedihanku,karena ummat islam termasuk juga aku begitu tak berdaya membendung kemungkinan kemungkinan ter olok dan terhinanya dirimu oleh mereka yang menginginkannya dengan cara yang begitu menyakitkan dan menyesakkan dadaku.
Ya muhammad rasullulah,begitu sedih hatiku,dadaku tersentak dan nafasku tiba-tiba sesak.
Ketika dalam sebuah postingan blog di luar sana tiba tiba muncul wajahmu yang sangat menyeramkan,menyandang bom di surban di kepalamu.
Dalam gambar yang lain kau terluhat kuyu  menuntun se ekor domba.
Di gambar yang lainnya wajah mu begitu bengis menggenggam sebilah pedang.
Oh begitu sedih perasaanku begitu hancur hati ini melihat gambar gambar itu ya rasul.
Belakangan di salah satu media sosial  mereka membuat komik yang bercerita bahwa kau se orang yang di perbudak nafsu dan berlindung di bawah jubah agama,di balik ayat ayat suci.
Duh,muhammad rasullulah andai kau tau begitu sedih dan marahnya aku.
Kau,rasullulah kekasih allah,seorang agung nan surgawi yang di jamin kesuciannya oleh allah,nabi yang agung  yang senantiasa mengalir doa shalawat dan puji pujian kepadamu,laki-laki terbijak dan tersantun yang ma'sum" dan namanya terukir indah dalam ayat-ayat suci..kau,muhammadku dengan sangat lancang di hinakan dan di olok-olok dalam gambar gambar  yang sama sekali tak merujuk pada petunjuk sebenarnya tentangmu.
"Aku melihat se orang lelaki dengan wajah ber seri seri dan bercahaya,berkulit bersih,badannya tidak kurus tidak juga gemuk,wajahnya elok rupawan,bola matanya hitam,bulu matanya lentik,alis matanya panjang bertautan.jika diam tampak lah kharismanya,jika ia sedang bicara tampak agung nan santunia adalah orang yang tampak paling muda dan rupawan jika di pandang dari kejauhan,juga yang paling tampan di antara rombongannya ,ucapanya menyejukan kalbuperkataan jelas tidak ber tele tele,ia adalah orang yang paling menarik dan kharismatik di antara ketiga sahabatnya.
Jika ia berbicara,para sahabat menyertainya mendengarkan segala nasiha nasihatnya"
Sedih hatiku,wahai rasul kekasih allah,melihat wajahmu di gambarkan sedemikian tak pantasnya.
Kesedihan ku bukan se matamata karena kau di hinakan dan di perolok secara kurang ajar,bukan hanya itu wahai rasul..
Tetapi aku jauh merasa lebih sedih tersebab kau telah di hinakan dan di perolok gara-gara prilaku ummat mu prilakuku.

Kaerna ummat mu juga aku sering berlaku kasar dan bengis,kesalahan itu mereka balas dengan menggambar wajah mu dalam paras yang kasar dan bengia,karena aku dan ummat mu begitu mudah terpancing amarah hingga meledakan bom di mana mana,kau di perolok lewat gambar yang menunjukan dirimu menyandang bom yang di letakan di atas surbanmu,aku sedih ya rasul,karena ini semua salahku,salah kami,salah ummatmu.
Maaf kan aku ya rasullulah,maafkan kami.
Lalu kesedihan itu memuncak ketika aku melihat teman teman ku terpancing untuk meledakan kemarahan mereka di jalanan,mereka membelamu,katanya,tapi yang ku tau justru mereka sedang membuat orang orang yang membencimua merasa melakukan hal yang benar,teman teman ku merusak kantor-kantor,memenuhi jalan,ber teriak teriak penuh amarah.
Aku sedih ya rasul,teramat sedih.
Terlebih ketika mereka mulai berteriak "Bunuh! Bunuh! Hukum mati! Hukum mati yang menistakan agama dan menghina rasulullash bunuh"
Ya rasulullah,semakin deras air mata yang jatuh di tebing pipiku.
Lalu,ketika kesedihan itu mengental dalam dadaku,aku juga tak bisa membendung amarahku,marah melihat teman teman ku itu begitu brutal,tak mencontoh kepribadian mu yang begitu lembut,penuh kasih sayang dan pemaaf.
Marah karena hati ku yang berontak.
"Mengapa ummat muhammad begitu pemarah dan meledak ledak?
Mengapa ummat muhammad begitu brutal dan tak mencontoh nabinya yang lembut dan pemaaf?
Padahal bukan kah kau mengajarkan membalas kejahatan dengan kelembutan kasih sayang?
Tanyakan itu pada hati kita sebagai muslim bangun lah cinta di sekeliling mu,balas kejahatannya dengan budi pekertimu tunjukan islam itu indah ilsam itu damai.
Mungkin hanya sebatas ini kami curahkan persaan perasaan yang selama ini mengganjal..
Jika agan menyimak postingan sebelumnya yang berjudul Tentang Kerinduan  bab satu maka artikel ini yang meneruskan arti kerinduan itu sendiri.
Mohon maaf apabila ada kata kata yang kurang berkenan di hati agan,ini hanyalah perasaan dari admin blog Coretan Pemuda Kampunga.
Ahir kata wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatu

Tentang Kerinduan

Yah mungkin lebih tepatnya postingan kali ini saya beri judul tentang Kerinduan lanjutan dari postingan perdana kami membahas tantang Mengenal Sosok Yang Mulia  dan mungkin ini adalah sebuah unek unek dari admin Coretan Pemuda Kampung..
Wahai manusia yang mulia (Muhammad Saw) apa kabar..?
Bolehkah saya berkirim email kepadamu?
Atau berkirim pesan  sekedar menanyakan ke adaanmu..
Aku tau,tentu saja kau merasa heran melihatku yang sama sekali tak pernah kau kenal ini menulis sebuah surat untukmu. Aku tak tau bagaimana mulanya dan bagaimana caranya,aku hanya berharap  bahwa suatu waktu suratku ini sampai kepadamu dan terbaca olehmu.
Tentu kau tak akan mengenal siapa aku,bagai mana rupa ku,darimana asalku.selain itu tentu kau tau bahwa aku adalah satu dari sekian milyar ummatmu yang lalai dan bodoh karena sering kali melanggar ajaran-ajaran dan petunjuk-petunjuk mu.
Ya rasulullah,maafkan aku sebab aku adalah satu dari sekian banyak orang yang enggan dan lalai walau pun hanya sekedar ber shalawat untukmu.
Dengan terlalu banyak alasan,aku memang begitu aku juga orang yang sering melanggar ajaran dan petunjukmu,aku sadar betul aku memang begitu.
Bahkan mungkin aku tidak pantas berkirim surat kepadamu,karena dosa dosa ku yang menggunung. Tetap, izinkanlah aku menyudahi semua ini..
Wahai rasulullah,aku ingin menyudahinya,aku ingin mendekat kepadamu,pada petunjuk petunjukmu,pada ajaran mu,aku ingin menjadi kekasihmu,aku ingin bersamamu di alam sana nanti.
Ya rasulullah,jika hari ini aku berkirim surat  bukan karena tiba tiba aku ingin begitu,aku telah merasa begitu jauh darimu,ya rasulullah .dan aku merindukanmu.
Bolehkah aku merindukanmu ya rasul..?
Meskipun aku tak pernah berjumpa dengan mu.
Bolehkah aku merindukanmu..?
Ya rasul,jika kerinduan tak hanya energi  yang mendorong dan menarik kita sekaligus untuk ingin bertemu kembali dengan se seorang yang pernah kita temui di suatu tempat pada suatu waktu,aku sangat merindukanmu meski pun aku tak pernah berjumpa dengan mu.
Ya rasul kerinduan ku bukanlah kerinduan teman lama yang tak pernah saling menyapa dalam waktu yang sangat lama,bukan pula kekasih hati yang lama tak bertemu..
Bukan juga rindu dari se orang anak ke orang tuanya saat dingin menyerangnya di negri yang jauh.
Lebih dari semua itu,kerinduanku padamu kerinduan padang pasir tandus kerontang pada pase yang sejuk,kerinduan ku kepadamu serupa rindu butir-butir  pasir yang terbakar nyala fatamorgana pada titik-titik air hujan,serupa kerinduan bukit-bukit pasir yang haus pada seteguk air ketika langit begitu terbuka dan mempersembahkan terik paling gila,bahkan melebihiv semua itu..
Ya rasul kerinduanku tak terkatakan tak sanggup tergenggam bahasa.
Red.

Sabtu, 14 Januari 2017

Mengenal sosok yang mulia

Kali ini artikel perdana Catatan Pemuda Kampung mencoba mengenalkan sekaligus mengingat kan buat teman teman satu keyakin dan apa apa yang dulu pernah kita pelajari tentang apa itu arti keimanan,saya di sini bukan bermaksud menceramahi apa lagi menggurui,sudah sepantasnya satu umat muslim saling mengingatkan ke muslim lainnya..
Mungkin iman memang sesuatu yang absurd untuk di petakan.
Perjalanan iman bukanlah perjalanan yang linier,begitu fluktuatif. Kadang-kadang menurun seperti palung yang dalam,dan kadang-kadang melesat seperti sebuah lompatan kuantum.
Bisa jadi agan hari ini membenci sesuatu,tetapi mungkin berbeda di lain waktu.

Hinaan terhadap beliau (muhammad rasulullah) kembali muncul.
Seseorang boleh jadi membenci beliau,seperti yang kita liat belakangan ini di halaman web web atau di sosial media tentang komik komik yang menggambarkan muhammad sebagai sebagai seorang amoral yang berusaha bersembunyi di balik firman tuhan.
Akan tetapi, kebencian bukan lah ahir dari segalanya,Se seorang yang belum kita kenal tersebut bisa jadi hanya belum tau apa apa tentang beliau (muhammad rasulullah),lalu kebencian menguasai mereka.

Kebencian bukanlah ahir dari semuanya,setidaknya itulah yang saya yakini ketika mengingat kembali kisah umar bin khattab,juga saint paul dari taurus.
Keduanya adalah contoh yang sempurna untuk menunjukan bahwa kebencian hanyalah bagian dari absurditas iman yang kadang kadang justru mengantarkan seseorang pada iman yang paling tinggi.

Umar bin khattab semula adalah penentang islam dan pembenci muhammad yang paling keras.
Bahkan ia berusaha membunuh muhammad dan menghalang halangi setiap orang yang menambatkan imannya pada keponakan abu thalib itu.
Tetapi iman memang absurd,justru ketika ia mengenal muhammad dari dekat,ia mengalami lompatan iman (leap of faith,meminjam istila kierkeegaard) yang biasa.
Pada gilirannya dialah pembela islam dan pelindung muhammad yang paling keras dan di segani, Umar sang pemberani atau singa padang pasir begitulah muhammad rasulullah menjulukinya.
Untuk keberanian dan pengorbanannya untuk membela islam dan melindungi sang rasul dari segala marabahaya.

Contoh lain juga mengabarkan serupa.saul dari tarsus,silisia,seorang keturunan dari yahudi pembenci yesus dan penentang ajaran kristiani.
Pada gilirannya ia menjadi seorang apostle,seorang saint yang sangat berpengaruh dalam sejarah penyebaran iman kristiani dan pembela yesus nomor satu.lalu kemudian ia di kenal sebagai saint paul atau paulus.
Dalam kasus ini kemudia terjadi lompatan iman dengan absurditas yang sulit di mengerti.

Untuk menyebut nama lain,kita mengenal mariam jamila ,Dr jenkins dan lainnya yang mengalami hal serupa.
Bahwa kebencian bukan lah ahir dari semuanya,kebencian hanyalah bentuk dari ke tidak tauan atau mungkin tidak ingin tau.

Lagi-lagi penghinaan terhadap muhammad salawlahu alaihi wasalam muncul di tengah hiruk pikuk orang orang berteriak geram,dan saya hanya diam sambil membayangkan rasul yang mulia itu sedang bertanya sendu "Benarkah kalian mencintaiku?"
Ketika sampai pada pertanyaan itu,saya menimbang: haruskah saya marah dan turun kejalan,membakar ban dan melempari apa saja menuduh siapa saja?
Ataukah saya harus memberi taumereka,yang di mata goethe,adalah cahaya di atas cahaya.

"Seorang manusia yang kompleks dan penuh kasih" kata karen amstrong.


Bila muhammad masih di sekitar kita,melihat penghinaan ini,ia mungkin mengatakan hal yang sama seperti saat ia di lempari batu dan di hinakan orang-orang di thaif,dan jibril yang sedih melihat itu menawarkan sesuatu pada sang nabi " hai muhammad kekasih allah,bila kau mau aku bisa membalikan bumi dan menimpakan gunung kepada mereka"
 Lalu muhammad menjawab " Tidak!! Sesungguhnya mereka hanya belum tau"

Mereka hanya belum tau maka kebencian merambati hatinya dan meledakan komik-komik tersebut.
Huftt.. Andai saja mereka tau (batin ku berbisik)
Maka saya memutuskan untuk tidak meldakan kemarahan saya,sekarang cuma satu yang ingin saya kabar kan melau artikel ini saya ingin mengabarkan tentang siapa sosok muhammad pada mereka yang berkunjung di blog kami,pada siapa saja,sebab kejadian ini seperti menyentakan kesadaran saya,seperti rasul yang bertanya sendu "benarkah kalian mencintaiku..?"

No religion is an island #tak ada agama yang menjadi pulau/tempat bagi dirinya sendiri.. Abraham heschel

Mustahil bila agama-agama di dunia ini mengisolasi diri dari yang lain dalam menghadapi masalah-masalah kemanusiaan.
Selama ini cara beragama kita seperti saling mengasingkan dan bahkan penuh persaingan.
Kita masih terjebak pada logika kami dan mereka,aku dan kamu,seraya menjerembabkan mereke ke dalam penghinaan.
Padahal sebuah agama tidak bisa hanya menjadi pulau bagi dirinya atau suatu kelompok,tak bisa mengandalkan kami,sebab mereka bisa jadi orang-orang yang menyempurnakan iman kita.
Si,lihatlah sisi lainnya.
Mungkin komik-komik itu justru mengingatkan kita,benar kah kita sudah cukup mencintai muhammad rasullulah..? Dan bisa jadi komik tersebut yang menyadarkan kita bahwa selama ini betapa abai kita pada sosok muhammad SAW.
Sahabat,saatnya kita menyebarkan cinta..
Itu lah yang akan kami bahas di postingan selanjutnya.
Dengan segala keterbatasan akmi mohon di maaf apa bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati..
Saya ahiri
Wasalamu'alaikum.

Jumat, 13 Januari 2017

Coretan Pemuda Kampung

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Terimakasih buat teman teman pengunjung Catatan Pemuda Kampung yang sudah meluangkan waktu untuk membaca Artikel perdana kami sekaligus di jadikanya sebagai Disclaimer blog ini.
Sebelum melangkah lebih jauh lagi kami sebagai admin blog Coretan Pemuda Kampung ini berharap semua artikel postingan di dalamnya semoga dapat berguna bagi para pengunjung blog Coretan Pemuda Kampung ini, dan apa bila di temukan kesalahan atau kesamaan dari penulisan itu se mata mata hanya untuk melengkapi informasi di dalamnya.
Kami sangat membutuhkan kritik dan sarannya dari teman teman blog atau pun pengunjung blog ini,mari kita bangun kembali persaudaraan lewat media sosial khususnya blogger indonesia yang dulu pernah tercipta,budayakan membaca sebelum berkomentar,hindari link spam atau sejenisnya hargai suatu karya atu postingan sahabat blogger lainnya.
Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan maaf bila kata katanya masih semberawutan mohon di ma'lum.


       Salam hormat dari..
Coretan Pemuda Kampung     01|13|2017