Sabtu, 14 Januari 2017

Mengenal sosok yang mulia

Kali ini artikel perdana Catatan Pemuda Kampung mencoba mengenalkan sekaligus mengingat kan buat teman teman satu keyakin dan apa apa yang dulu pernah kita pelajari tentang apa itu arti keimanan,saya di sini bukan bermaksud menceramahi apa lagi menggurui,sudah sepantasnya satu umat muslim saling mengingatkan ke muslim lainnya..
Mungkin iman memang sesuatu yang absurd untuk di petakan.
Perjalanan iman bukanlah perjalanan yang linier,begitu fluktuatif. Kadang-kadang menurun seperti palung yang dalam,dan kadang-kadang melesat seperti sebuah lompatan kuantum.
Bisa jadi agan hari ini membenci sesuatu,tetapi mungkin berbeda di lain waktu.

Hinaan terhadap beliau (muhammad rasulullah) kembali muncul.
Seseorang boleh jadi membenci beliau,seperti yang kita liat belakangan ini di halaman web web atau di sosial media tentang komik komik yang menggambarkan muhammad sebagai sebagai seorang amoral yang berusaha bersembunyi di balik firman tuhan.
Akan tetapi, kebencian bukan lah ahir dari segalanya,Se seorang yang belum kita kenal tersebut bisa jadi hanya belum tau apa apa tentang beliau (muhammad rasulullah),lalu kebencian menguasai mereka.

Kebencian bukanlah ahir dari semuanya,setidaknya itulah yang saya yakini ketika mengingat kembali kisah umar bin khattab,juga saint paul dari taurus.
Keduanya adalah contoh yang sempurna untuk menunjukan bahwa kebencian hanyalah bagian dari absurditas iman yang kadang kadang justru mengantarkan seseorang pada iman yang paling tinggi.

Umar bin khattab semula adalah penentang islam dan pembenci muhammad yang paling keras.
Bahkan ia berusaha membunuh muhammad dan menghalang halangi setiap orang yang menambatkan imannya pada keponakan abu thalib itu.
Tetapi iman memang absurd,justru ketika ia mengenal muhammad dari dekat,ia mengalami lompatan iman (leap of faith,meminjam istila kierkeegaard) yang biasa.
Pada gilirannya dialah pembela islam dan pelindung muhammad yang paling keras dan di segani, Umar sang pemberani atau singa padang pasir begitulah muhammad rasulullah menjulukinya.
Untuk keberanian dan pengorbanannya untuk membela islam dan melindungi sang rasul dari segala marabahaya.

Contoh lain juga mengabarkan serupa.saul dari tarsus,silisia,seorang keturunan dari yahudi pembenci yesus dan penentang ajaran kristiani.
Pada gilirannya ia menjadi seorang apostle,seorang saint yang sangat berpengaruh dalam sejarah penyebaran iman kristiani dan pembela yesus nomor satu.lalu kemudian ia di kenal sebagai saint paul atau paulus.
Dalam kasus ini kemudia terjadi lompatan iman dengan absurditas yang sulit di mengerti.

Untuk menyebut nama lain,kita mengenal mariam jamila ,Dr jenkins dan lainnya yang mengalami hal serupa.
Bahwa kebencian bukan lah ahir dari semuanya,kebencian hanyalah bentuk dari ke tidak tauan atau mungkin tidak ingin tau.

Lagi-lagi penghinaan terhadap muhammad salawlahu alaihi wasalam muncul di tengah hiruk pikuk orang orang berteriak geram,dan saya hanya diam sambil membayangkan rasul yang mulia itu sedang bertanya sendu "Benarkah kalian mencintaiku?"
Ketika sampai pada pertanyaan itu,saya menimbang: haruskah saya marah dan turun kejalan,membakar ban dan melempari apa saja menuduh siapa saja?
Ataukah saya harus memberi taumereka,yang di mata goethe,adalah cahaya di atas cahaya.

"Seorang manusia yang kompleks dan penuh kasih" kata karen amstrong.


Bila muhammad masih di sekitar kita,melihat penghinaan ini,ia mungkin mengatakan hal yang sama seperti saat ia di lempari batu dan di hinakan orang-orang di thaif,dan jibril yang sedih melihat itu menawarkan sesuatu pada sang nabi " hai muhammad kekasih allah,bila kau mau aku bisa membalikan bumi dan menimpakan gunung kepada mereka"
 Lalu muhammad menjawab " Tidak!! Sesungguhnya mereka hanya belum tau"

Mereka hanya belum tau maka kebencian merambati hatinya dan meledakan komik-komik tersebut.
Huftt.. Andai saja mereka tau (batin ku berbisik)
Maka saya memutuskan untuk tidak meldakan kemarahan saya,sekarang cuma satu yang ingin saya kabar kan melau artikel ini saya ingin mengabarkan tentang siapa sosok muhammad pada mereka yang berkunjung di blog kami,pada siapa saja,sebab kejadian ini seperti menyentakan kesadaran saya,seperti rasul yang bertanya sendu "benarkah kalian mencintaiku..?"

No religion is an island #tak ada agama yang menjadi pulau/tempat bagi dirinya sendiri.. Abraham heschel

Mustahil bila agama-agama di dunia ini mengisolasi diri dari yang lain dalam menghadapi masalah-masalah kemanusiaan.
Selama ini cara beragama kita seperti saling mengasingkan dan bahkan penuh persaingan.
Kita masih terjebak pada logika kami dan mereka,aku dan kamu,seraya menjerembabkan mereke ke dalam penghinaan.
Padahal sebuah agama tidak bisa hanya menjadi pulau bagi dirinya atau suatu kelompok,tak bisa mengandalkan kami,sebab mereka bisa jadi orang-orang yang menyempurnakan iman kita.
Si,lihatlah sisi lainnya.
Mungkin komik-komik itu justru mengingatkan kita,benar kah kita sudah cukup mencintai muhammad rasullulah..? Dan bisa jadi komik tersebut yang menyadarkan kita bahwa selama ini betapa abai kita pada sosok muhammad SAW.
Sahabat,saatnya kita menyebarkan cinta..
Itu lah yang akan kami bahas di postingan selanjutnya.
Dengan segala keterbatasan akmi mohon di maaf apa bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati..
Saya ahiri
Wasalamu'alaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar