Senin, 16 Januari 2017

Tentang Kerinduan

Yah mungkin lebih tepatnya postingan kali ini saya beri judul tentang Kerinduan lanjutan dari postingan perdana kami membahas tantang Mengenal Sosok Yang Mulia  dan mungkin ini adalah sebuah unek unek dari admin Coretan Pemuda Kampung..
Wahai manusia yang mulia (Muhammad Saw) apa kabar..?
Bolehkah saya berkirim email kepadamu?
Atau berkirim pesan  sekedar menanyakan ke adaanmu..
Aku tau,tentu saja kau merasa heran melihatku yang sama sekali tak pernah kau kenal ini menulis sebuah surat untukmu. Aku tak tau bagaimana mulanya dan bagaimana caranya,aku hanya berharap  bahwa suatu waktu suratku ini sampai kepadamu dan terbaca olehmu.
Tentu kau tak akan mengenal siapa aku,bagai mana rupa ku,darimana asalku.selain itu tentu kau tau bahwa aku adalah satu dari sekian milyar ummatmu yang lalai dan bodoh karena sering kali melanggar ajaran-ajaran dan petunjuk-petunjuk mu.
Ya rasulullah,maafkan aku sebab aku adalah satu dari sekian banyak orang yang enggan dan lalai walau pun hanya sekedar ber shalawat untukmu.
Dengan terlalu banyak alasan,aku memang begitu aku juga orang yang sering melanggar ajaran dan petunjukmu,aku sadar betul aku memang begitu.
Bahkan mungkin aku tidak pantas berkirim surat kepadamu,karena dosa dosa ku yang menggunung. Tetap, izinkanlah aku menyudahi semua ini..
Wahai rasulullah,aku ingin menyudahinya,aku ingin mendekat kepadamu,pada petunjuk petunjukmu,pada ajaran mu,aku ingin menjadi kekasihmu,aku ingin bersamamu di alam sana nanti.
Ya rasulullah,jika hari ini aku berkirim surat  bukan karena tiba tiba aku ingin begitu,aku telah merasa begitu jauh darimu,ya rasulullah .dan aku merindukanmu.
Bolehkah aku merindukanmu ya rasul..?
Meskipun aku tak pernah berjumpa dengan mu.
Bolehkah aku merindukanmu..?
Ya rasul,jika kerinduan tak hanya energi  yang mendorong dan menarik kita sekaligus untuk ingin bertemu kembali dengan se seorang yang pernah kita temui di suatu tempat pada suatu waktu,aku sangat merindukanmu meski pun aku tak pernah berjumpa dengan mu.
Ya rasul kerinduan ku bukanlah kerinduan teman lama yang tak pernah saling menyapa dalam waktu yang sangat lama,bukan pula kekasih hati yang lama tak bertemu..
Bukan juga rindu dari se orang anak ke orang tuanya saat dingin menyerangnya di negri yang jauh.
Lebih dari semua itu,kerinduanku padamu kerinduan padang pasir tandus kerontang pada pase yang sejuk,kerinduan ku kepadamu serupa rindu butir-butir  pasir yang terbakar nyala fatamorgana pada titik-titik air hujan,serupa kerinduan bukit-bukit pasir yang haus pada seteguk air ketika langit begitu terbuka dan mempersembahkan terik paling gila,bahkan melebihiv semua itu..
Ya rasul kerinduanku tak terkatakan tak sanggup tergenggam bahasa.
Red.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar