Senin, 16 Januari 2017

Tentang Kerinduan Kedua

Ya rasulullah,tersebab Rindu itu izinkanlah aku melantunkan shalawat untukmu Allahuma salli salatan kalimataw wa salim salaman tamman ala sayyidina muhammadinilazi tanhalu bihil uqadu watanfariju bil qurabu wal tukda bihil hawa'iju wa tunaru bihirraghaibu wa husnuk khawatimi wayustasqal ghamamu bi wajhihi alkarim,wa ala alihi wa sahbihi fi kulli lam hatin wa nafasim bi adadi kulli ma'lumi laka.
Ya rasulullah,mungkin lidahku adalah lidah terkaku dan terkelu dalam melantunkan shalawat bagimu,tapi izinkanlah aku melantunkannya untukmu,dan aku benar - benar merindukanmu.

"Ya allah limpahkan lah rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami muhammad salawlahu alaihi wasalam yang menjadi sebab terlepasnya ikatan dan hilangnya kesusahan/kesempitan,di datanhkannya berbagai hajat,tercapainya segala ke inginan,dan baiknya penutup kehidupan serta hujan dan awan,dengan ke agungan dan kemuliaan,nabi beserta keluarganya dan sahabatnya,dalam setiap kedipan mata,embusan nafas sebanyak bilangan yang engkau ketahui"

Ya muhammad habiballah,wahai muhammad kekasih allah..
Terlalu banyak hal yang ingin kukatakan pada mu walau lewat artikel blog ini.
Meski sebenarnya terlalu sulit untuk mengurainya satu persatu.namun,sebelum ku ceritakan semuanya,izinkan lah aku menceritakan kesedihan dan kemarahanku yang mengental jadi satu,menyelusup ke setiap rongga dan kapiler rasa di tubuh ku,menyentak lenggang tenang kesadaranku,dan berahir pada sesak yang menimba sumur air mataku.
Muhammad..
Kesedihan dan kemarahan itu semua tentang mu ya rasul.
Kesedihan dan kemarahan yang ahirnya beranak pinak menjadi kata-kata yang ku tuliskan dalam artikel blog ini,untukmu.

Aku sedih wahai rasulullah,menyaksikan orang-orang yang meng olok-olokmu dengan menggambar karikaturmu di media sosial,di halaman halaman web,di mana mana dengan wajah yang tak pantas dan begitu mengejekmu.
Mereka begitu berani,pikir ku pada mulanya dengan perasaan yang sangat marah.
Tetapi perasaan itu akhirnya tergantikan oleh kesedihan luar biasa,ya rasul..
Kesedihan karena wajahmu yang agung dan surgawi itu telah di olok olok begitu rupa menjadi sangat menyeramkan dan tak pantas.
Kesedihanku,karena ummat islam termasuk juga aku begitu tak berdaya membendung kemungkinan kemungkinan ter olok dan terhinanya dirimu oleh mereka yang menginginkannya dengan cara yang begitu menyakitkan dan menyesakkan dadaku.
Ya muhammad rasullulah,begitu sedih hatiku,dadaku tersentak dan nafasku tiba-tiba sesak.
Ketika dalam sebuah postingan blog di luar sana tiba tiba muncul wajahmu yang sangat menyeramkan,menyandang bom di surban di kepalamu.
Dalam gambar yang lain kau terluhat kuyu  menuntun se ekor domba.
Di gambar yang lainnya wajah mu begitu bengis menggenggam sebilah pedang.
Oh begitu sedih perasaanku begitu hancur hati ini melihat gambar gambar itu ya rasul.
Belakangan di salah satu media sosial  mereka membuat komik yang bercerita bahwa kau se orang yang di perbudak nafsu dan berlindung di bawah jubah agama,di balik ayat ayat suci.
Duh,muhammad rasullulah andai kau tau begitu sedih dan marahnya aku.
Kau,rasullulah kekasih allah,seorang agung nan surgawi yang di jamin kesuciannya oleh allah,nabi yang agung  yang senantiasa mengalir doa shalawat dan puji pujian kepadamu,laki-laki terbijak dan tersantun yang ma'sum" dan namanya terukir indah dalam ayat-ayat suci..kau,muhammadku dengan sangat lancang di hinakan dan di olok-olok dalam gambar gambar  yang sama sekali tak merujuk pada petunjuk sebenarnya tentangmu.
"Aku melihat se orang lelaki dengan wajah ber seri seri dan bercahaya,berkulit bersih,badannya tidak kurus tidak juga gemuk,wajahnya elok rupawan,bola matanya hitam,bulu matanya lentik,alis matanya panjang bertautan.jika diam tampak lah kharismanya,jika ia sedang bicara tampak agung nan santunia adalah orang yang tampak paling muda dan rupawan jika di pandang dari kejauhan,juga yang paling tampan di antara rombongannya ,ucapanya menyejukan kalbuperkataan jelas tidak ber tele tele,ia adalah orang yang paling menarik dan kharismatik di antara ketiga sahabatnya.
Jika ia berbicara,para sahabat menyertainya mendengarkan segala nasiha nasihatnya"
Sedih hatiku,wahai rasul kekasih allah,melihat wajahmu di gambarkan sedemikian tak pantasnya.
Kesedihan ku bukan se matamata karena kau di hinakan dan di perolok secara kurang ajar,bukan hanya itu wahai rasul..
Tetapi aku jauh merasa lebih sedih tersebab kau telah di hinakan dan di perolok gara-gara prilaku ummat mu prilakuku.

Kaerna ummat mu juga aku sering berlaku kasar dan bengis,kesalahan itu mereka balas dengan menggambar wajah mu dalam paras yang kasar dan bengia,karena aku dan ummat mu begitu mudah terpancing amarah hingga meledakan bom di mana mana,kau di perolok lewat gambar yang menunjukan dirimu menyandang bom yang di letakan di atas surbanmu,aku sedih ya rasul,karena ini semua salahku,salah kami,salah ummatmu.
Maaf kan aku ya rasullulah,maafkan kami.
Lalu kesedihan itu memuncak ketika aku melihat teman teman ku terpancing untuk meledakan kemarahan mereka di jalanan,mereka membelamu,katanya,tapi yang ku tau justru mereka sedang membuat orang orang yang membencimua merasa melakukan hal yang benar,teman teman ku merusak kantor-kantor,memenuhi jalan,ber teriak teriak penuh amarah.
Aku sedih ya rasul,teramat sedih.
Terlebih ketika mereka mulai berteriak "Bunuh! Bunuh! Hukum mati! Hukum mati yang menistakan agama dan menghina rasulullash bunuh"
Ya rasulullah,semakin deras air mata yang jatuh di tebing pipiku.
Lalu,ketika kesedihan itu mengental dalam dadaku,aku juga tak bisa membendung amarahku,marah melihat teman teman ku itu begitu brutal,tak mencontoh kepribadian mu yang begitu lembut,penuh kasih sayang dan pemaaf.
Marah karena hati ku yang berontak.
"Mengapa ummat muhammad begitu pemarah dan meledak ledak?
Mengapa ummat muhammad begitu brutal dan tak mencontoh nabinya yang lembut dan pemaaf?
Padahal bukan kah kau mengajarkan membalas kejahatan dengan kelembutan kasih sayang?
Tanyakan itu pada hati kita sebagai muslim bangun lah cinta di sekeliling mu,balas kejahatannya dengan budi pekertimu tunjukan islam itu indah ilsam itu damai.
Mungkin hanya sebatas ini kami curahkan persaan perasaan yang selama ini mengganjal..
Jika agan menyimak postingan sebelumnya yang berjudul Tentang Kerinduan  bab satu maka artikel ini yang meneruskan arti kerinduan itu sendiri.
Mohon maaf apabila ada kata kata yang kurang berkenan di hati agan,ini hanyalah perasaan dari admin blog Coretan Pemuda Kampunga.
Ahir kata wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatu

1 komentar:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus